Rabu, 09 Juni 2010

MUJIZAT BERPIKIR BESAR

BAGAIMANA MENGGUNAKAN MUJIZAT BERPIKIR BESAR DI DALAM SITUASI KEHIDUPAN YANG PALING KRITIS
Ada mujizat dalam berpikir. Akan tetapi begitu mudah kita melupakannya. Keika anda mengalami kesulitan, ada bahaya pikiran anda akan menyusut ukurannya. Dan bila ini terjadi, anda kalah.
Dibawah ini adalah beberapa pedoman ringkas untuk tetap besar ketika anda tergoga untuk menggunakan pendekatan kecil.
Barangkali anda ingin menuliskan pedoman ringkas ini diatas kartu kecil agar mudah dilihat.
A. Ketika Orang Kecil Mencoba Menjatuhkan Anda, BERPIKIRLAH BESAR. Agar yakin, ada beberapa orang yang menginginkan anda kalah, untuk mengalami kesulitan, agar ditegur. Akan tetapi orang-orang ini tidak dapat melukai anda jika ingat tiga hal :
    1. Anda menang ketika anda menolak melawan orang picik ini. Melawan orang kecil membuat anda sama  dengan mereka. Tetaplah besar.
    2. Haraplah untuk diserang secara sembunyi-sembunyi. Ini adalah bukti bahwa anda bertumbuh.
    3. Ingatkan diri anda bahwa penembak gelap sebenarnya orang sakit secara psikologis. Jadilah Besar. Kasihanilah mereka.
    Berpikirlah cukup besar agar kebal terhadap serangan dari orang picik.
   
B. Ketika perasaan "saya tidak mempunyai apa-apa yang diperlukan" Itu merayap masuk ke dalam diri anda, BERPKIRLAH BESAR. Ingat jika anda berpikir bahwa diri anda lemah, maka anda menjadi benar-benar lemah. Jika anda berpikir diri anda tidak memadai, anda akan benar-benar menjadi tidak memadai. Jika anda berpikir anda orang kelas dua, maka anda benar-benar menjadi orang kelas dua.

Lawan kecenderungan alamai untuk merasa inferior dengan alat-alat ini :
1. Tampil penting. Tampil penting membuat anda merasa diri anda penting. Bagaimana anda tampak di luar erat kaitannya dengan bagaimana anda tampak di luar erat kaitannya dengan bagaimana anda merasa di dalam.
2. Berkonsentrasilah pada kelebihan anda. Kembangkan jadwal jual-diri-anda-kepada-diri-sendiri dan gunakanlah. Belajarlah untuk menilai diri anda tinggi-tinggi. Kenali diri positif.
3. Tempatkan orang lain dalam perspektif yang benar. Orang lain itu hanyalah manusia lain, jadi mengapa takut kepadanya!

Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat berapa baik diri anda sebenarnya!

C. Ketika suatu Argumen atau Pertengkaran Tampaknya Tidak Dapat Dihindari, BERPIKIRLAH BESAR. Tolaklah godaan untuk berargumen dan bertengkar dengan :
    1. Bertanya kepada diri sendiri, "Secara jujur, apakah hal ini cukup penting untuk diperdebatkan?"
    2. Ingatkan diri anda, anda tidak pernah memperoleh apapun dari argumen, tetapi anda selalu kehilangan sesuatu/kehilangan energi pikiran dan mental dsb.
   
    Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat bahwa pertengkaran, argumen, permusuhan dan percekcokan tidak pernah membantu anda tiba di tempat yang anda tuju.
   
D. Ketika Anda Merasa Kalah, BERPIKIRLAH BESAR. Tidak mungkin untuk mencapai sukses besar tanpa kesukaran dan kemunduran. Akan tetapi adalah mungkin untuk menjalani hidup anda selebihnya tanpa menjadi kalah. Pemikir besar bereaksi terhadap kemunduran dengan cara ini :
    1. Anggap kemunduran sebagai pelajaran. Belajar darinya. Teliti kemunduran tersebut. Gunakan kemunduran tadi untuk mendorong anda maju. Selamatkan sesuatu dari setiap kemunduran.
    2. Gabungkan ketekunan dengan eksperimen. Mundur dan mulai dari awal dengan pendekatan baru.
   
    Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat bahwa kekalahan adalah keadaan pikiran, tidak lebih.
   
E. Ketika Kemesraan Mulai Memudar, BERPIKIRLAH BESAR. Jenis pikiran negatif yang picik, "Ia-curang-maka-saya-akan-membalas akan membunuh kemesraan, menghancurkan kasih sayang yang dapat menjadi milik anda. Lakukan ini ketika segalanya tidak berjalan benar dalam bidang CINTA.
    1. Berkonsentrasilah pada kualitas terbesar dalam diri orang yang anda ingin agar mencintai anda. Tempatkan hal-hal kecil ditempat yang seharusnya--di tempat kedua.
    2. Lakukan sesuatu yang istimewa untuk pasangan Anda---dan lakukan ini sering-sering. Berpikir Cukup Besar untuk menemukan rahasia kebahagiaan perkawinan.
   
F. Ketika Anda Merasa Kemajuan Anda di Tempat Kerja Anda melambat, BERPIKIRLAH BESAR. Tidak peduli apa yang anda kerjakan dan lepas dari pekerjaan anda, promosi, gaji yang lebih besar, datang dari satu hal : Untuk meningkatkan kualitas dan kuantintas keluaran anda, lakukan ini :
    Berpikir: "Saya dapat mengerjakan dengan lebih baik." Yang terbaik bukannya tidak dapat dicapai. Ada ruang untuk mengerjakan segalahnya dengan lebih baik. Tidak ada di dalam dunia ini yang diselesaikan sebaik yang seharusnya. Dan ketika anda berpikir, "Saya dapat mengerjakan dengan lebih baik," cara-cara bekerja yang lebih baik akan muncul. Berpikir "Saya dapat mengerjakan dengan lebih baik" menyalakan kekuatan kreatif anda.
   
    Berpikirlah Cukup Besar untuk melihat bahwa jika anda mengutamakan pelayanan, uang akan datang dengan sendirinya.
   
    Menurut kata-kata Publilius Syurs :
    "Orang Bijaksana akan menjadi
    Majikan dari Pikirannya
    Orang Bodoh akan menjadi Budaknya"
   
(Disari dari Buku BERPIKIR DAN BERJIWA BESAR By : David J. Schwartz)

Selasa, 01 Juni 2010

HUJAN IKAN

VIVAnews - Sepanjang akhir pekan lalu, penduduk suatu kota kecil di wilayah tandus Australia bagian utara mengalami berkah yang jarang terjadi. Kota mereka dilanda hujan ikan.
Laman harian The Telegraph mengungkapkan, dalam dua hari berturut-turut Kota Lajamanu di negara bagian Northern Territory kejatuhan banyak ekor ikan. Bersama dengan air hujan, ikan-ikan itu muncul begitu saja dari langit.
Sebagian besar ikan masih dalam keadaan hidup. Hujan ikan itu baru berhenti Senin, 1 Maret 2010.

Para pakar cuaca di Australia yakin bahwa ikan spangled perch, salah satu jenis ikan air tawar di Australia, tampaknya terhisap ke dalam badai. Mereka lalu dibawa angin kencang sebelum akhirnya berguguran di Lajamanu, kota yang jumlah penduduknya hanya 669 orang.

"Badai membawa ikan-ikan itu naik hingga ketinggian 40 ribu hingga 50 ribu kaki di udara," kata seorang pakar senior di Biro Meteorologi Australia, Mark Kersemakers. "Saat mereka ikut dalam 'sistem' badai, mereka membeku. Setelah beberapa waktu, mereka bebas dari badai," lanjut Kersemakers.

Ini merupakan kali ketiga dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun di mana Lajamanu dilanda hujan ikan. Peristiwa serupa terjadi pada 1974 dan 2004.

"Biasanya, ikan ada di dalam air. Sekarang ikan-ikan itu jatuh dari langit. Bagaimana kalau sesuatu yang lebih besar jatuh dari langit?" kata Joe Ashley, warga berusia 55 tahun. "Bisa saja besok-besok ada buaya yang akan jatuh dari langit," lanjut Ashley.

Selasa, 26 Januari 2010

Ganti Wajah

Templates Blog ini hanya uji coba. Templatesnya saya suka, cuma aku belum paham cara editnya. masih muncul bawaan posting yang lama.

Selasa, 19 Januari 2010

Budaya Minahasa



Orang Minahasa Tempoe Doeloe jika meninggal dunia akan dikubur dengan dibuat ornamen batu.

Sabtu, 21 Februari 2009

Minahasa Tempoe Doeloe



Minahasa masa silam dapat dilihat dari kebudayaannya

Group Legal plans benefits for employer and employee

A properly developed group legal insurance plan can be the perfect complement to any employer’s work life initiative. Considering that many employees are nowadays increasingly swayed by benefit options when making career decisions, Legal insurance is a viable product for many employers.

However, there is no single fit-for-all group legal plan for all organizations. For a start, each organization has a distinct list of requirements when contracting for legal insurance. A requirement built on the premise of reduced administrative costs will require a different set of legal services than requirements built on enhancing a benefits package
or protect against liability. Legal plans also vary in what they offer: the quality of their customer service, flexibility of plan design and finally the experience and professional track record of their panel of attorneys.

In order to minimize the risk of poor service and plummeting employer satisfaction, an employer should conduct both requirements analysis amongst its employee base to cover for their difference needs, and a due research to select the most appropriate legal plan to fit those requirements based on experience, integrity and track record.

Group legal plans

Group legal plans in the workplace have experienced rapid growth recently because of their usefulness to both employer and employee alike.

For the employee, a group legal plan is a cheap way to get legal coverage in much the same way as other traditional benefits. For as little as $20 per month deducted from payroll, an employee is put in touch with an attorney who can draft his will, buy or refinance a home, adopt a child and plan an estate. Unlimited legal advice is offered at no cost to the employee.

The benefits for the employer include increased efficiency and productivity from their workforce, and reduced administration costs to handle personal matters. Another very attractive benefit is the very low cost involved in researching and implementing a group legal plan. In fact, such plans cost employers very little in terms of time and investment.
Group plans are structured on a voluntary basis, paid for through payroll deductions from the workforce. Additionally, the carrier handles all the claims, redundant paperwork and customer service related to the plan.